Selasa, 28 Juni 2011

11 Puncak gunung terindah di Indonesia

1. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

2. Gunung Batur

Gunung Batur merupakan sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia (van Bemmelen, 1949). Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1267 m - 2152 m (puncak G. Abang). Di dalam kaldera I terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 - 300 m lebih rendah dari Undak Kintamani (dasar Kaldera I). Di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu.

3. Gunung Gede

Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.


4. Gunung Bromo
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.







5. Gunung Semeru


Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.



6. Gunung Halimun
Gunung Halimun merupakan gunung yang terletak di antara Kabupaten Bogor,Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 mdpl ini dikelilingi oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak.







7. Puncak Jaya

Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.


8. Gunung Kelud
Gunung Kelud adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei[2]), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.


9. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalahgunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

10. Gunung Krakatau
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupiatmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.


 

 

 

 

 

 

11. GUNUNG KELIMUTU, NTT

http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2009/10/danau-kelimutu2.jpg
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya.Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Rabu, 01 Juni 2011

Sedih

Hari ini (1-6-11), kelas usman dpt berita dari bu ell,  sekitar 2 bulan lagi bu ell sdh tdk ngajar lagi akan teteapi bu ell kerja di PKH ya allah dengernya sedih bgt.............

KANKER KULIT GAMPANG DIKENALI

Bila kulit sering terasa gatal-gatal, sering teriritasi, permukaan mengerak, jangan-jangan kanker kulit sudah siap ‘melahap’ kulit anda. Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang paling mudah untuk di cegah dan ditangani. Namun, penyakit ini sering kurang dikenal.
Pada dasarnya setiap orang dapat mengalami kanker kulit. Kelompok beresiko tinggi adalah orang yang berlebihan berhubungan dengan sinar matahari dalam waktu yang lama. Atau, orang-orang  dengan kandungan sedikit melamin pada kulit misalnya orang-orang dengan warna kulit cerah.
Pemilik mata warna cerah juga lebih beresiko mengalami kanker kulit daripada orang-orang kulit hitam. Yang juga rentan terhadap kanker kulit adalah orang yang tinggal di daerah yang banyak mendapatkan sinar matahari misalnya kawasan asia. Atau yang bekerja  ditempat terbuka seperti para petani, pelaut, tenaga bangunan dan lain-lain. Demikian pula dengan orang yang hobi melakukan kegiatan  di udara terbuka seperti  para petenis, peselancar dan berjemur di matahari. Dengan demikian  kita harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kanker kulit pada golongan usia tua, kulit warna cerah atau sering terkena sinar matahari.
Kanker kulit juga dapat terjadi karena berhubungan langsung dengan zat-zat karsinogenik (seperti batu bara, pestisida, minyak paraffin) dan dapat juga akibat berhubungan dengan sisa-sisa radioaktif dan radium. Selain itu, kanker kulit yang dapat dialami oleh orang-orang yang sering mengalami luka bakar berulang, seperti , tukang las, tukang minyak dan lain-lain.
MENGENAL KANKER KULIT
Jenis kanker kulit adalah sel basal, sel squamosa dan melanoma malignan.  Dua jenis yang pertama paling sering terjadi dan kurang berbahaya  dibandingkan malignan.
Karsinoma sel basal paling banyak ditemukan pada orang-orang dengan warna kulit  cerah yang sehari-harinya banyak berhubungan dengan sinar matahari. Daerah yang paling sering di serang kanker kulit adalah terdapat di bagian hidung, kelopak mata, pipi atau badan. Kanker ini ditandai dengan benjolan di permukaan kulit, kerak lunak, bagian tangan terjadi luka, batas Nampak  seperti lilin dengan bekas kulit agak menebal.
Dapat pula didapatkan kulit yang datar dengan bagian tengah warna merah mengerak dan bekas benjolan. Walaupun kasinoma sel basal merupakan bentuk kanker kulit yang paling sering terjadi, namun kanker jenis ini tumbuh lambat, jarang menyebar dan mudah diatasi. Karsinoma sel squamosa biasanya terjadi pada area yang terkena sinar matahari terutama bagian kepala dan tangan gangguan kulit ini tembus cahaya  dan dapat berupa padatan yang menonjol atau padatan yang berbentuk seperti jamur yang besar. Kanker jenis ini dapat menyebar  secara cepat.
Melanoma malignan merupakan bentuk yang lebih jarang terjadi tetapi menyebar paling cepat  dan membutuhkan  penanganan  paling intensif. Melanoma biasannya terdapat pada kulit, tahi lalat atau bercak-bercak sejak  lahir . tetapi dapat pula terjadi  diamana saja termasuk di bawah kuku, selaput lender dan tumit. Bentuk gangguannya dapat berupa benjolan kecil ( kurang dari 1,5 cm) berborok atau berkerak, datar atau menonjol dan dapat berwarna  hitam, abu-abu atau biru. Bila kanker ini telah menyebar, dapat berbentuk salah  satu dari tiga bentuk yang sulit untuk membedakannya yaitu : lentigo ( datar, pertumbuhan mendatar), permukaan ( batas tegas, pertumbuhan mendatar) atau modular ( teraba, tumbuh secara vertical).

KITA  PERLU MENGAMATI
Pemeriksaan  kulit secara sederhana  untuk mencari ada tidaknya tanda-tanda kanker kulit dapat dilakukan sendiri dengan melakukan SSE (skin self examination) terutama pada setiap kulit, tahi lalat jaringan parut atau bercak-bercak sejak lahir. SSE  disarankan dilakukan setiap bulan pada waktu yang sama misalnya setiap tanggal satu setelah mandi sore. Bagi para wanita SSE dapat dlakukan bersamaan  waktunya dengan BSE ( breast self examination) pemeriksaan payudara sendiri atau sadari.
Selain tanda-tanda seperti pada SSE yang diamati, perlu juga mengamati tanda perubahan  tradisional seperti tumbuhnya kulit baru yang tidak wajar, luka yang tidak sembuh-sembuh atau adanya bagian kulit tertentu yang sering mengalami iritasi. Bila terdapat berbagai kondisi seperti disebutkan di atas  maka disarankan secepatnya memeriksakan diri pada dokter. Ada dan tidaknya kanker dapat dipastikan dengan biopsy, untuk itu bila mencurigai adanya kanker kulit . langkah pertama. Melakukan pemeriksaan diri  secara cepat dapat mencegah timbulnya penyakit ini.